Day 14

 Kejadian 41

Wah cerita yang bukan sekedar cerita ya! Banyak pembelajaran di dalamnya.

Yusuf dari seorang yang dibuang - dijual - dijadikan budak - difitnah - dipenjara - dilupakan, Tuhan tidak serta merta begitu saja melihat proses Yusuf, tapi ada rencana Tuhan yang luarbiasa, yang dalam proses pencapaiannya, Tuhan tidak langsung membukakan “hasil”, tapi tantangan tantangan yang diizinkan untuk Yusuf alami.


Setelah sekian lama, pada pasal 40 barulah Yusuf diingat oleh juru minuman yg telah Yusuf artikan mimpinya dan Yusuf mendapat PROMOSI dari Tuhan.

Lebih dari itu, sesungguhnya apa yang saat dulu Yusuf perbuat ternyata MEMBEKAS juga MEMBERKATI - dan ujungnya Yusuf lewat peristiwa yang dialaminya, bisa ceritakan kebesaran Tuhan kepada orang-orang besar! Terlebih semua kembali untuk kemuliaan Tuhan. So amazed, how God works through Yusuf’ life.


The best verse that must be highlighted: 


*“Yusuf menyahut Firaun: ”Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun.””*

‭‭Kejadian‬ ‭41:16‬ ‭



Kejadian 42

*Kejahatan dibalas dengan pengampunan dan hidup yang memberkati*


“Maka Yusuf mengundurkan diri dari mereka, lalu menangis. Kemudian ia kembali kepada mereka dan berkata-kata dengan mereka; ia mengambil Simeon dari antara mereka; lalu disuruh belenggu di depan mata mereka. Sesudah itu Yusuf memerintahkan, bahwa tempat gandum mereka akan diisi dengan gandum dan bahwa uang mereka masing-masing akan dikembalikan ke dalam karungnya, serta bekal mereka di jalan akan diberikan kepada mereka. Demikianlah dilakukan orang kepada mereka itu.”

‭‭Kejadian‬ ‭42:24-25‬ ‭


Ketidakadilan dan kejahatan yang Yusuf hadapi, tidak menutup kasih dan pengampunan Yusuf. 

Justru, Yusuf tidak berhenti sampai dimengampuni, tapi Yusuf menyalurkan kembali berkat yang diterimanya dari Allah kepada saudara-saudaranya, dan perlu dibold ya, saudara-saudara yang telah membuang dan menjual dia!


Bagi dunia, mengasihi dan mengampuni orang yang baik sama kita itu mudah, tapi tidak untuk orang yang sudah menyakiti kita.


Tapi berbeda dengan orang percaya di dalam Kristus, bahwa justru pda musuh kita pun, Allah mengajar kita untuk mengasihi mereka, apalagi kepada keluarga, sekalipun dalam ketidaksempurnaan ataupun kesakitan.


Terpujilah Allah.

Amin. 

Komentar

Postingan Populer