Day 150
Iman seperti Ayub
Nats: Ayub 6-9
Apa yang Alkitab ajarkan tentang Allah?
Ketika baca pasal demi pasal nats bacaan hari ini, kita tidak menemui Allah berbicara langsung. Tapi kita bisa belajar tentang Allah melalui perkataan Ayub dan salah satu sahabatnya, Bildad secara tersirat.
Siapa Allah, seperti apakah Dia?
Bildad berkata: (8:1-22)
- Allah itu Pengasih dan Penyayang dalam keadilan dan kemahakuasaanNya: kalau Allah jahat, mungkin Allah akan membiarkan anak-anakNya “nyaman” dalam keberdosaan mereka, tetapi karna Allah sayang dan sayangNya dinyatakan lewat keadilanNya yakni mengizinkan “sesuatu” / tantangan terjadi dan dihadapi umatNya, karena Allah menguji umatNya. Dalam penderitaan yg diizinkan terjadi, Dia bukan Allah yang membiarkan dan menelantari.
“Masakan Allah membengkokkan keadilan? Masakan Yang Mahakuasa membengkokkan kebenaran? Jikalau anak-anakmu telah berbuat dosa terhadap Dia, maka Ia telah membiarkan mereka dikuasai oleh pelanggaran mereka. Tetapi engkau, kalau engkau mencari Allah, dan memohon belas kasihan dari Yang Mahakuasa, kalau engkau bersih dan jujur, maka tentu Ia akan bangkit demi engkau dan Ia akan memulihkan rumah yang adalah hakmu.”
Ayub 8:3-6
- Allah satu-satunya, Dia tidak berkenan diduakan, oleh apapun dan siapapun: Allah mengizinkan tantangan terjadi karna Ia jg mau menguji, adakah manusia berpaut pada “sesuatu yang sementara” yang dapat segera “habis, lenyap, rusak, musnah, hilang” atau hanya pada Allah yang adalah KEKAL selamanya?
“Demikianlah pengalaman semua orang yang melupakan Allah; maka lenyaplah harapan orang fasik, yang andalannya seperti benang laba-laba, kepercayaannya seperti sarang laba-laba. Ia bersandar pada rumahnya, tetapi rumahnya itu tidak tetap tegak, ia menjadikannya tempat berpegang, tetapi rumah itu tidak tahan.”
Ayub 8:13-15
- Allah tidak menolak dan melupakan kita yang percaya:
“Ketahuilah, Allah tidak menolak orang yang saleh, dan Ia tidak memegang tangan orang yang berbuat jahat. Ia masih akan membuat mulutmu tertawa dan bibirmu bersorak-sorak. Pembencimu akan terselubung dengan malu, dan kemah orang fasik akan tidak ada lagi.””
Ayub 8:20-22
Dari sisi Ayub, ia berkata: (9:1-35)
- AMAZING GOD:
“Allah itu bijak dan kuat, siapakah dapat berkeras melawan Dia, dan tetap selamat? Dialah yang memindahkan gunung-gunung dengan tidak diketahui orang, yang membongkar-bangkirkannya dalam murka-Nya; yang menggeserkan bumi dari tempatnya, sehingga tiangnya bergoyang-goyang; yang memberi perintah kepada matahari, sehingga tidak terbit, dan mengurung bintang-bintang dengan meterai; yang seorang diri membentangkan langit, dan melangkah di atas gelombang-gelombang laut; yang melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak terduga, dan keajaiban-keajaiban yang tidak terbilang banyaknya.”
Ayub 9:4-8, 10
- God watch over His peoples, His creations: semua dalam kendali Allah, sekali lagi aku bilang “semua”, termasuk hidupmu dan hidupku, termasuk segala hal yang diizinkan terjadi, supaya kita tahan uji, dan berpaling pada Allah. Dia Allah yang BENAR, dalam segala hal. Gak usah ribet cari cari kebenaran diluar Allah, sebab Allah dan FirmanNya itulah Sumber Kebenaran. Kalau kita gak dengar ditegur Firman dan gak percaya, berarti kita sdg melawan Allah.
Apa yang Alkitab ajarkan tentang manusia?
Aku merenungkan pembelajaran tentang manusia dari sisi Ayub dan Bildad juga.
Dari sisi Ayub:
Tidak mudah. Harus diakui apa yang dialami Ayub sgt gak mudah,
- anak anak meninggal semua
- harta benda habis
- menderita sakit penyakit, borok di badan, Firman Tuhan blg, keadaan Ayub sampai membuat sahabat2nya:
“Ketika mereka memandang dari jauh, mereka tidak mengenalnya lagi. Lalu menangislah mereka dengan suara nyaring. Mereka mengoyak jubahnya, dan menaburkan debu di kepala terhadap langit.”
Ayub 2:12
Tapi aku diberkati dan belajar dari iman Ayub, iman yg dari pada Tuhan dan dianugerahkan Tuhan untuk Ayub. Iman yang percaya, bahwa hanya Allah yang berkuasa dan Pemilik hidup mati dan semua yg di dalam dan luar bumi, Dia berhak menjadikan atau justru mengambilnya. Ayub beriman, bahwa apa yang kondisi manusia dan respon manusia tidak mengurangi KemahakuaasanNya dan sayangNya, Allah tetaplah Allah.
Aku juga belajar dari Bildad, dalam percakapannya dengan Ayub, Bildad pun berfokus kpd Allah, mengingatkan Ayub kpd Allah, dan pada akhirnya semua kembali lagi, dari Allah, untuk Allah, oleh Allah, karena Allah.
Terpujilah Tuhan Allah.
Amin.

Komentar
Posting Komentar