Day 66
Ulangan 33
Tentang Allah:
Perikop pertama pasal ini berjudul “Berkat Musa kepada suku-suku Israel”. Ya, di dalamnya kita akan membaca satu demi satu suku Israel, hingga kedua belasnya menerima berkat yang Musa sampaikan kepada mereka masing-masing. Tetapi yang menarik, Musa mengawali ucapan berkatnya bagi 12 suku Israel dengan membicarakan TENTANG ALLAH yang besar yang mereka sembah. Demikian Firman Tuhan:
“Berkatalah ia: *”Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala. Sungguh Ia mengasihi umat-Nya; semua orang-Nya yang kudus – di dalam tangan-Mulah mereka, pada kaki-Mulah mereka duduk, menangkap sesuatu dari firman-Mu. Musa telah memerintahkan hukum Taurat kepada kita, suatu milik bagi jemaah Yakub.”*
Ulangan 33:2-4
Tuhan Allah yang datang...sekali lagi, Tuhan Allah yang datang, yaa kedatangan Allah adalah inisiatif Allah sendiri.
Tuhan Allah mengasihi umatNya, karna kasihNya maka setiap umatNya ada dalam tanganNya. Firman Allah dan hukum tauratNya, inilah yang Musa perintahkan pertama-tama.
Tentang manusia:
Dan sebagai penutup atau akhir dari ucapan berkat Musa, inilah yang disampaikannya, demikian Firman Tuhan:
“Berbahagialah engkau, hai Israel; siapakah yang sama dengan engkau? Suatu bangsa yang diselamatkan oleh Tuhan, perisai pertolongan dan pedang kejayaanmu. Sebab itu musuhmu akan tunduk menjilat kepadamu, dan engkau akan berjejak di bukit-bukit mereka.””
Ulangan 33:29
Musa diakhir hidupnya mengingatkan dengan tegas dan berkata, bahwa berkat sesungguhnya, kebahagiaan kekal sesungguhnya adalah ANUGERAH PEMILIHAN ALLAH ATAS BANGSA INI, ANUGERAH YANG MEMBAWA MEREKA UMAT ISRAEL YANG PERCAYA KEPADA KESELAMATAN. Semua hanya oleh karena Kasih Tuhan Allah, bukan pekerjaan dan usaha manusia!
Perenungan:
Demikian pula dengan kita semua anak-anak Allah yang percaya pada Tuhan Yesus Kristus. Berbahagialah kita semua, berbahagialah karna kita boleh menerima berkat anugerah terbesar dan terindah yang tidak bisa kita peroleh dari dunia, yaitu berkat keselamatan yang dianugerahkan Allah melalui karya penebusan Tuhan Yesus Kristus. Karna Yesus, kita ditebus dari dosa dan maut, kita telah selamat, kita dilayakkan dan dibenar, karna kasih sayang Allah kepada umatNya. Kiranya seperti Yesus berkorban dan mengasihi, demikian juga kita boleh berbagi berkat ini kepada orang lainnya, dengan terus memberitakan Injil Yesus melalui hidup kita.
Amin.
Ulangan 34
Tentang Allah:
Tuhan memperlihatkan hamparan daerah-daerah di Kanaan dari ketinggian kepada Musa. Tuhan berkata:
“Dan berfirmanlah Tuhan kepadanya: ”Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu. Aku mengizinkan engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana.””
Ulangan 34:4
Masih ingatkah kita bahwa Ya benar bahwa Allah berjanji bangsa itu akan memasuki tanah perjanjian yaitu Kanaan. Dan Allah sungguh benar menggenapi janjiNya dengan tepat. Tanah itu diberikan kepada keturunan Israel, generasi kedua yang dipimpin Yosua dan Kaleb. Oleh karena dosa yang diperbuat generasi pertama bangsa Israel dan karena dosa yang Musa dan Harun perbuat juga, konsekuensi itu tetap ada, meskipun konsekuensi dosa tidak dapat menghilangkan keselamatan yang Allah beri. Tetapi konsekuensi terhadap dosa adalah bukti bahwa Allah adil dalam kasihNya.
Tentang manusia:
Dua hal yang kita belajar:
- Hal pertama, Musa diakhir hidupnya tetap memberikan yang terbaik dari dirinya kepada Allah. Musa melanjutkan misi Allah atas bangsa Israel dengan meneruskannya kepada Yosua. Meskipun Allah sendiri yang memilih Yosua sebagai pemimpin selanjutnya, Musa tetap menunjukkan sikap hormatnya kepada keputusan Allah, dan tetap memberikan bentuk apresiasinya kepada Yosua, serta menyatakan kasihnya kepada penerusnya dengan meletakkan tangan sebagai bentuk memberkati Yosua (ayat 9). Dan apa yang dilakukan Musa atas Yosua jg memberi arti dan contoh agar bangsa Israel menghargai dan menghormati Yosua sebagai pemimpin selanjutnya, dan mengikuti yang dikatakan Yosua sebagai penerima otoritas dari Allah untuk memimpin. Penuhlah Yosua dengan roh kebijaksanaan (ayat 9a dan“... Sebab itu orang Israel mendengarkan dia (Yosua) dan melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa” (ayat 9b).
- Hal kedua, meskipun Allah tidak mengizinkan Musa memasuki tanah perjanjian hingga akhir hidupnya. Namun Firman Tuhan menyatakan bahwa tidak ada lagi nabi yang seperti Musa, Allah menempatkan Musa berbeda dengan nabi2 yang selanjutnya, Musa secara khusus Allah beri kuasa dalam hal tanda dan mujizat. Demikian Firman Tuhan:
“Seperti Musa yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel, dalam hal segala tanda dan mujizat, yang dilakukannya atas perintah Tuhan di tanah Mesir terhadap Firaun dan terhadap semua pegawainya dan seluruh negerinya, dan dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel.”
Ulangan 34:9-12
Perenungan:
Allah tidak pernah main-main dengan apa yang dikatakanNya. Ya, Allah pasti memegang dan menggenapi janjiNya, tapi adalah Ya dan Benar juga bahwa Allah adil dalam kasihNya, maka untuk setiap dosa yang umatNya lakukan tetap ada konsekuensi yang harus dihadapi. Yesus telah menebus kita dari dosa, kita selamat bukan karna perbuatan, tetapi karena kasih Allah. Tapi, oleh karena itu, bukan berarti kita sembarangan dalam menjalani hidup, karena konsekuensi terhadap dosa tetap ada bagi yang melanggarnya. Kiranya Roh Tuhan di dalam kita, dan pemberitaan serta perenungan FirmanNya, menolong kita hari demi hari hidup seturut kebenaran Allah dan meninggalkan dosa.
Amin.

Komentar
Posting Komentar