Day 65

Ulangan 32

Paling tidak ada 4 hal yang disampaikan dari perikop "Nyanyian Musa" dalam pasal 32 ini.

Hal pertama --> Siapa Allah yang bangsa Israel sembah, Allah seperti apa Dia

Hal kedua --> Mengingatkan dan merenungkan kembali mengenai segala yang Allah lakukan atas bangsa Israel, betapa banyak perbuatanNya yang besar atas mereka

Hal ketiga --> Siapa bangsa Israel, bangsa seperti apa mereka

Hal keempat --> Mengingatkan dan merenungkan kembali bahwa dalam perjalanan bangsa itu, terlihat betul bagaimana sikap hidup mereka, respon mereka terhadap Allah


Maka dari itu, kita dapat belajar bahwa tentang Tuhan:

Musa menyatakan nyanyian pujiannya, dengan cara mengagung-agungkan Allah. Musa bilang, Dia Allah yang pekerjaanNya sempurna (ayat 4), Allah yang adil jalanNya, Allah yang setia, Allah yang benar (ayat 5). Bagi Tuhan, umatNya adalah bagian Nya (ayat 9) :)

Tuhan sendiri yang membela bangsa Israel dari musuh-musuh yang hendak menjatuhkan mereka.

Tuhan sendiri yang memberikan pertolongan kepada mereka ketika mereka menghadapi saat-saat sulit baik ketika mereka masih menjadi budak di Mesir, mereka berjalan di padang gurun, dan ketika berhadapan dengan bangsa-bangsa lain. Terlalu besar dan terlalu banyak yang Tuhan Allah perbuat atas bangsa Israel.

Ayat 11-12 menyatakan betapa Allah seperti halnya rajawali yang menjaga anak-anaknya dengan sungguh, mengembangkan sayapnya dengan lebar dan menaungi anak-anaknya, demikianlah Allah kita, Dia sendiri yang menuntun umatnya dengan setia.


Tentang Manusia:

tetapi, Musa dalam nyanyian juga mengingatkan, bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang berlalu busuk terhadap Allah (ayat 5), angkatan yang bengkok dan belat-belit, mereka melawan dan memberontak terhadap Allah (ayat 6). Bangsa Israel membuat Allah cemburu, dengan sikap mereka yang menyembah allah asing (ayat 16), mereka mempersembahkan korban pada roh jahat. Bangsa yang bengkok hatinya!


Perenungan:

Bukankah kita ini juga seperti bangsa Israel, seringkali membuat Allah cemburu dengan keegoisan kita, yang menempatkan hal-hal lain atau orang-orang lain di atas Allah?

Bukankah kita ini juga seringkali melupakan kebaikan dan kebesaran Allah yang sudah begitu banyak Dia nyatakan bagi kita?

Kalau Allah saja setia memelihara umatNya, masakah kita tidak setia terhadap Dia?

terlebih lagi Allah sudah menyelamatkan kita dari maut dan dosa, melalui Yesus Kristus kita telah ditebusNya lunas, kita dilayakkan dan dibenarkan, masihkah kita kurang ajar dan mendua dari Dia? 

Kalau Allah adalah yang pertama terutama dan segala-galanya, apakah hidup saya bahkan hari-hari yang saya lalui ditujukan hanya bagi Allah?


Amin.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      

Komentar

Postingan Populer