Day 106

Tema: Tanya Tuhan

Perikop:1 Raja-raja 22


Tentang manusia:


Belajar dari Yosafat...


“Lalu katanya kepada Yosafat: ”Maukah engkau pergi bersama-sama aku untuk memerangi Ramot-Gilead?” Jawab Yosafat kepada raja Israel: ”Kita sama-sama, aku dan engkau, rakyatku dan rakyatmu, kudaku dan kudamu.” *Tetapi Yosafat berkata kepada raja Israel: ”Baiklah tanyakan dahulu firman Tuhan.””*

‭‭1 Raja-raja‬ ‭22:4-5‬ ‭


Mungkin apa yang dikatakan Yosafat tampak biasa aja...

Yosafat menunjukkan sikap hidup yang “mendahulukan” Tuhan di atas segala rencana dan langkah.

Iman Yosafat tampak dari caraNya mempercayai kuasa Tuhan dan menghormati Tuhan sebagai Pemilik hidupnya, sehingga apa yang ditawarkan kepadanya, dia mau bawa ke Tuhan dulu sebelum melangkah.


Pada akhirnya apa yang terjadi dalam pertempuran?

*Yosafat selamat.* Dia tidak jadi tertembak, dan panah yang sembarangan ditembakkan malah mengenai raja yang jahat itu.


“Segera sesudah para panglima pasukan kereta itu melihat Yosafat, mereka berkata: ”Itu pasti raja Israel!” *Lalu majulah mereka untuk menyerang dia, tetapi Yosafat berteriak.* *Segera sesudah para panglima pasukan kereta itu melihat, bahwa dia bukanlah raja Israel, maka undurlah mereka dari padanya.* *Tetapi seseorang menarik panahnya dan menembak dengan sembarangan saja dan mengenai raja Israel* di antara sambungan baju zirahnya. Kemudian ia berkata kepada pengemudi keretanya: ”Putar! Bawa aku keluar dari pertempuran, sebab aku sudah luka.””

‭‭1 Raja-raja‬ ‭22:32-34‬ ‭



Yosafat pun dipilih menjadi raja. Firman Tuhan berkata:


“Yosafat, anak Asa, menjadi raja atas Yehuda dalam tahun keempat zaman Ahab, raja Israel.

Ia hidup mengikuti jejak Asa, ayahnya; ia tidak menyimpang dari padanya dan melakukan apa yang benar di mata Tuhan.”

‭‭1 Raja-raja‬ ‭22:41, 43‬ ‭


Perenungan:

Maukah kita selalu melibatkan Tuhan dalam segala perencanaan dan langkah kita ke depan? 

Beriman kepada Allah berarti mempercayai bahwa semua ada dalam kendali dan kuasa Tuhan yang besar. Dia Allah satu satunya yang berhak memberi kita A atau B, menentukan apa yang akan terjadi dan tidak terjadi, memberi perlindungan, penyertaan, dan kesanggupan. Karena itu, bergantunglah hanya pada Allah, satusatunya Pemilik hidup kita. Tanya Tuhan, datang, berdoa pada Allah.


-Orang beriman hidup mendahulukan Allah, disertaiNya dan taat melakukan pekerjaanNya-


Amin.

Komentar

Postingan Populer