Day 103
2 Samuel 19
Tentang Allah:
Firman Tuhan mengajarkan dan mengingatkan kepada kita, bahwa ketaatan kita tidak disadari pada perasaan, kondisi hati, situasi dan respon manusia, tetapi ketaatan harus terus berjalan, sebab ketaatan adalah salah satu bentuk pengabdian kita kepada Allah yang melebihi segalanya. Terlebih lagi, ketaatan adalah salah satu karakter Allah, sebagaimana kita anak-anak Allah yang percaya sedang diubah sama-sama menuju keserupaan dengan karakter Kristus.
Tentang manusia:
- Daud berkabung karena kematian anaknya, Absalom
Diposisi Daud tidaklah mudah, satu sisi anaknya memang berlaku jahat terhadap dia. Tetapi, kasih tetaplah kasih, kasih yang tulus dari ayah untuk anaknya, tidak luntur karena perbuatan jahat yang dilakukan Absalom kepada Daud. Kematian Absalom, sangat membuat Daud sedih (ayat 4)
- Kemenangan atas kematian Absalom bagi Israel, justru menjadi perkabungan, karena kesedihan Daud
Posisi Daud sebagai seorang ayah sekaligus pemimpin bagi Israel juga tidak mudah. Kesedihannya atas kematian anaknya yang sudah jahat terhadap Daud dan pengikutnya, membuat para tentara menjadi merasa bersalah terhadap pemimpinnya. Mereka sudah melakukan yang terbaik untuk melindungi rajanya, tetapi raja malah berkabung (ayat 5-6)
- Daud bangkit dan tidak berlarut-larut, Daud melanjutkan apa yang menjadi panggilan Tuhan atasnya
Daud keluar dan bertemu dengan rakyat, meski tidak semua dari mereka mendukungnya (ayat 8)
Daud kembali, ia disongsong dan diantarkan oleh orang-orang seperjuangan dan seperjalanan dengan dia ketika masa-masa sulit dan peperangan.
Daud siap menghadapi apa yang harus dihadapi, dia menyadari, bahwa berlarut-larut bukanlah jawaban, tetapi harus bangkit, membangun dan memulihkan kembali apa yang sudah rusak dan diceraiberaikan Absalom atas umat dan negeri yang Tuhan pilih.
Perenungan:
Belajar dari Daud, di dalam kesedihan karena kasih dan kehilangan orang yang disayang, kita harus tetap bangkit, lanjut melangkah dan melakukan tugas panggilan yang Allah percayakan kepada kita. Memang berat, kita harus menanggalkan keakuan, kepentingan diri kita , kita letakkan dipaling belakang, serta menempatkan keputusan Tuhan dan kepentingan jiwa-jiwa yang Tuhan percayakan. Daud memang berkabung, tapi dia tidak membiarkan kesedihan menguasai dirinya, dia bangkit dan kembali berfungsi sebagai raja atas Israel.
2 Samuel 20
Tentang manusia:
- Dalam menunaikan tugas panggilan, selalu ada tantangan!
Langkah Daud untuk kembali memimpin harus kembali diperhadapkan dengan tantangan baru. Ada seorang bernama Seba yang hendak melakukan perlawanan dan pemberontakan terhadap Daud beserta pengikutnya, Alkitab katakan, Seba lebih berbahaya dari pada Absalom (ayat 6).
- Allah yang memimpin setiap rencana, strategi, dan usaha orang-orang pilihanNya
Ketika Yoab dan pasukan mengejar Seba dan hendak membinasakannya, salah satu strategi yang hendak mereka lakukan adalah menggali tembok kota dan mau meruntuhkannya (kota di Abel-Bet-Maakha) (ayat 15), karena Seba berlari ke arah sana.
Oleh karena Allah yang memimpin, Allah tidak membiarkan umatnya salah bertindak. Selalu ada cara menolong. Dalam hal ini, Allah memakai seorang perempuan bijaksana untuk mengingatkan Yoab:
apa yang telah ditetapkan oleh orang-orang yang setia di Israel! Tetapi engkau ini berikhtiar membinasakan suatu kota, apalagi suatu kota induk di Israel. Mengapa engkau hendak menelan habis milik pusaka TUHAN?" (ayat 19)
Kemudian Yoab menjelaskan maksud dan tujuannya hendak meruntuhkan tembok itu, sehingga terjadilah kesepakatan:
21 Bukanlah begitu halnya. Tetapi seorang dari pegunungan Efraim, yang bernama Seba bin Bikri, telah menggerakkan tangannya melawan raja Daud; serahkanlah dia seorang diri, maka aku akan undur dari kota ini." Lalu berkatalah perempuan itu kepada Yoab: "Baik, kepalanya akan dilemparkan kepadamu dari belakang tembok ini."
22 Kemudian masuklah pula perempuan itu dan berbicara kepada seluruh rakyat dengan bijaksana; sesudah itu mereka memenggal kepala Seba bin Bikri dan melemparkannya kepada Yoab. Yoab meniup sangkakala, lalu berserak-seraklah mereka meninggalkan kota itu, masing-masing ke tempatnya. Maka pulanglah Yoab ke Yerusalem kepada raja.
Pertolongan Tuhan memberi kemenangan.
Perenungan:
Dalam setiap tantangan yang Tuhan izinkan terjadi dan harus dihadapi orang-orang yang dipanggil Tuhan, ada tuntunan, pimpinan dan pertolongan yang Tuhan beri, dengan caraNya, pada waktuNya, seturut kehendakNya. Maka dari itu, jangan takut, ingatlah, kepada siapa kita berharap, siapa pemberi perintah, siapa yang memanggil kita. Dia Allah yang berkuasa.
Amin.

Komentar
Posting Komentar