Ringkasan Buku Radical - David Platt
-
Mengasihi Yesus tidak dengan nilai dunia,
yang bertentangan dengan nilai injil
-
Kebutuhan terbesar kita adalah hadiratNya
-
Makna hidup ialah memberi diri bagi Tuhan
dan orang lain
-
Komitmen untuk percaya, it means “YA”
untuk semua Firman dan PerintahNYA
-
Komitmen untuk TAAT mendengar Yesus, it
means JUJUR melihat kehidupan, dan DO SOMETHING
-
Menentukan keputusan itu berarti TANPA ada
kompromi & syarat terhadap DOSA, dilakukan untuk SATU kekekalan, SATU
janji, upah radikal, yaitu Yesus. Berani menghadapi banyak risiko radikal di
depan sana
BAB 2 (In Jesus, everything
is PURE)
-
Firman Tuhan TETAP CUKUP, sekalipun, TANPA
APAPUN
-
Terhadap Firman Tuhan, kita mendengar,
MERINDUKANNYA, mempelajarinya, menghafalkannya, MENGIKUTINYA, MELAKUKANNYA
-
Menanggapi injil itu harus MURNI, tanpa
adanya pengaruh budaya dan KEINGINAN kita
-
Upah utama Injil ialah ALLAH sendiri
-
Allah tidak bisa digambarkan hanya dengan
satu sifatNya
-
Allah Maha Pengasih = Allah Hakim
-
Pewahyuan Allah dalam injil, menyingkapkan
Allah dan kita, yang kerap kali menggambarkanNya
-
Secara rohani, kita ini MATI, sekalipun
fisik kita hidup. Seringkali, kita hanya mengasihi Allah yang kita gambarkan
SENDIRI, kita gak jujur dan berontak terhadap yang Injil sampaikan. SAMPAI
KAPANPUN kita gak bisa keluar dari dosa dengan SENDIRI. Every time, we are NEED
Jesus.
-
Sadar atau tidak, seringkali kita menyangka
HANYA DENGAN memastikan kita hidup menuruti yang Tuhan perintahkan, kita dapat
sampai kepada keselamatan dan kehidupan kekal. Seakan-akan kita lah yang
merancang JALAN untuk dapat sampai kepada ALLAH. Ini sama sekali BUKAN INJIL,
Yesus Tuhan lah yang datang menghampiri kita, karena kita TIDAK AKAN PERNAH
BISA, TIDAK AKAN PERNAH SANGGUP, UNTUK BEBAS DARI DOSA, TANPA YESUS SEBAGAI
JALANNYA.
-
STOP mendikte Allah, dengan bertindak
seakan-akan Allah memakasa kita menerimaNYA, dengan segala keberadaan kita datang
ke Dia, menyampaikan segala yang berpusat tentang KEAKUAN. Keselamatan dan
kehidupan kekal, adalah PEMBERIAN dari Allah sendiri, karena kita tidak dapat
menciptakannya, pemberian ini DIBARENGI dengan pemberian DIRI TOTAL, penyerahan
RADIKAL, nyata dari hidup yang meninggalkan dosa, dan MATI-MATIAN
(meninggalakan SEGALA SESUATU) untuk mengenalNYA lebih dalam, karena DIA ,
UPAHnya.
-
Hal yang kita minta pada Allah bukan lagi
tentang KEAKUAN kita, tapi kelaparan, kehausan, hasrat yang dalam, akan
pengenalan Tuhan, akan pewahyuanNya, yang semuanya ada dalam kebenaran Firman
Tuhan, karena Dia, upahnya, pengalaman bersama Nya, adalah yang terindah, yang
didapat hanya dari FirmanNya.
BAB 3 (His power will NEVER
change)
-
Kuasa Yesus di 2000 tahun yang lalu yang
melakukan banyak mujizat, adalah kuasa yang SAMA yang mampu bekerja sekarang
dan selamanya. Namun, yang terjadi seringkali kita mengaku percaya tapi di
beberapa masalah atau berbagai masalah kita MASIH MERASA MAMPU DENGAN
MENGGUNAKAN KEKUATAN SENDIRI mengatasi masalah-masalah yang ada. Percayalah pada
kuasa Tuhan Yesus yang SAMA berkuasanya dan milikilah kerinduan untuk sangat
MENGINGINI kuasaNya terjadi atas hidup kita, kuasa yang hanya BISA DIBERIKAN
olehNya.
-
Dunia menarik kita untuk menunjukkan
segala sesuatu BERDASARKAN KEMAMPUAN DIRI SENDIRI, tapi INJIL MENUNTUN KITA
UNTUK TERUS MENONJOLKAN YESUS dalam segala hal yang terjadi dihidup ini, dan
pada dunia yang di luar Allah. Injil menyatakan bahwa MATI BAGI DIRI SENDIRI dan PERCAYA pada Allah
dengan mengandalkan Dia.
-
Allah mengizinkan kita berada pada TITIK
TERBAWAH, TERENDAH, titik dimana kita tidak bisa lanjut tanpa pertolongan
Allah, karena kita tau dan sadari bahwa hanya DIA yang mampu, menolong kita
menghadapinya, dengan rencana Allah yang luarbiasa dan bahkan kita tak kan bisa
gapai untuk memahaminya, karena Allah mau pada akhirnya kemuliaan dan pujian
tertuang penuh bagi Dia, bukan pada kita, ketika masalah itu telah USAI tuntas.
-
Kita pun kerap kali berpikir dan menyangka
kehidupan rohani dan gereja yang bertumbuh tergambar dari hebatnya pelayan yang
tampil, program yang menarik, gedung yang megah, dan atribut rohani lainnya,
tanpa menyadari dan mengutamakan kekuatan kuasa Roh Kudus yang MAMPU membawa
jiwa hadir, bukan hal-hal tersebut yang hanyalah sebagai aksesoris dinomor
sekian dari belakang. Kehadiran banyak jiwa karena atribut dan aksesoris
ciptaan manusia TIDAK BISA dan BUKAN menjadi PARAMETER atau STANDAR kita dapat
menilai serta menyatakan bahwa TERDAPATNYA KEHIDUPAN ROHANI yang baik di
dalamnya.
-
Jadilah bagian dari orang-orang kecil,
lemah, dan terbatas dalam melakukan sesuatu, yang tidak berjalan dengan merasa
mampu akan kekuatan sendiri. Namun, sebaliknya bergantung penuh pada kuasa
ajaib Allah yang sanggup menyediakan sumber daya tak terbatas. Dan pada
akhirnya kemuliaan akan kejadian itu hanya bagi Allah, dan kita tidak pernah
berada pada titik puas karna merasa mampu melakukan sesuatu dengan kekuatan
kita.
-
Kuasa ALLAH SANGAT SUPERIOR bahkan TAK
BISA dan TAK PANTAS dibandingkan dengan kekuatan kita dan ATRIBUT KEROHANIAN
gereja. Pertanyaannya: adakah alasan untuk TIDAK MENGINGINKAN ALLAH dan
KEMAHAKUASAANNYA secara radikal?
-
Kesenangan bagi Allah ialah ketika kita
MELEPASKAN KEAKUAN, menyerahkan diri TOTAL, MEMPERTATUHKAN HIDUP dengan percaya
penuh pada pemeliharaan Allah, melalui itu semua Tuhan dipermuliakan.
-
Dalam doa dan permohonan kita, pada
dasarnya JAWABAN dan JALAN yang diberikan Allah adalah Dia sendiri. Allah hendak
menyatakan bahwa Dialah sumber dari segala yang kita minta, Roh Kudus yang
adalah Dia sendiri, ada di DALAM kita, bahkan Alkitab menyatakan bahwa Roh
Allah TINGGAL di dalam kita.
-
Menjalani hidup ini tetap dilakukan dengan
pemikiran, namun yang utama ialah Penyerahan diri sepenuhnya, penyerahan diri
ini tampak dari kehidupan doa dan puasa pada Allah, yang kita tahu hanya Dia
yang sanggup beri dan lakukan. Hal ini didasari kepada kepercayaan utuh pada
kuasa dan rencana Allah yang melampaui segala yang dapat kita kerjakan dan
rancangkan, karena kita tau dan yakin bahwa ada tujuan radikal Allah atas
keberadaan kita yang menjadikan hidup kita memuliakan Dia saja.
BAB 4 (Blessed to be blessing)
-
Tujuan Kristus, memerintahkan kita untuk
PERGI, memberitakan injil sampai ke UJUNG BUMI. Apapun yang kurang dari
PENGABDIAN DIRI RADIKAL bagi TUJUAN KRISTUS ini, maka itu adalah kekristenan
yang TIDAK ALKITABIAH.
-
Allah menciptakan kita paling tidak untuk
2 tujuan khusus dalam cerita penciptaan di awal perjanjian lama pada Alkitab.
1) memberkati kita dengan segala kelimpahan di bumi, serta menjadikan kita
serupa gambaranNya 2) menjangkau lebih banyak jiwa untuk juga SAMA seperti
kita, semakain SERUPA dan SEGAMBAR dengan Allah.
-
Allah adalah pusat dari segalanya. Bahkan,
alasan Allah menyelamatkan manusia, bukanlah untuk kepentingan manusia, tapi
untuk kekudusan dan kemuliaan namaNya.
BAB
5 (Discipleship)
-
Mengesampingkan tempat dimana kita berada,
keterampilan apa yang kita bisa, penghasilan yang didapat -> untuk
menghasilkan murid -> melalui pemberitaan injil -> BERDAMPAK
-
Menyikapi MISI Allah -> tidak dengan
santai. Allah menginginkan orang-orang yang berpikir, mengasihi, melihat,
mengajar, dan melayani seperti Allah
-
Menjalin relasi dengan murid yang kita
bentuk di dalam Tuhan -> hidup bersama mereka -> tanamkan nilai-nilai
Kristus -> bagikan tujuan hidup dan amanat agung Allah
-
Membuat murid & memberitakan injil
-> tanggung jawab kita
Membuat
murid -> proses dan sesuatu yang RELASIONAL
Membuat
murid -> tidak ada formula praktis
Membuat
murid -> hidup bersama mereka, mengasihi mereka, melayani mereka, dan
memimpin mereka untuk mengikuti Allah dan perintahNya, memimpin mereka untuk
memimpin murid lainnya kepada Allah
-
Membuat murid -> melipatgandakan injil
-
Membuat murid bukan tentang program dan
acara, tapi RELASI.
-
Membuat murid -> mengimpartasikan hidup
kita
-
Ketika mengajarkan Firman Allah pada
murid, bersamaan dengan itu juga relasi kita dengan keintiman Firman Allah akan
meningkat
-
Memuridkan -> mendorong murid untuk membuat
jauh lebih banyak murid dengan terjun langsung ke dunia, dan tidak berkutat di
gereja saja, serta siap menanggung segala resiko yg ada
BAB
6 (Love is about DO & SHARE)
-
Belaskasihan yang radikal dalam hidup
mencerminkan kesungguhan Kristus tinggal dan hidup dalam kita
-
Menyalurkan belas kasih dengan menyelidiki
titik buta seperti halnya akan materialistis kita, dengan memandang pada ribuan
jiwa yang diujung kematian karena kemiskinan hidup
-
Meresponi kekayaan dan kecukupan yang kita
miliki untuk berbagi dan berbelaskasihan pada banyak orang yang kelaparan dan
miskin, love is about action
-
Upah ketaatan bukan materi, tapi Yesus
sendiri
-
Materi kita menjadi alat kita untuk
memuliakan Allah
-
Perubahan radikal tampak dari hidup yang
mempertaruhkan segalanya termasuk kekayaan kita untuk membangun hidup yang
menyembah Allah
-
Tuhan Yesus tidak pernah memberi pilihan
untuk kita dipertimbangkan, tapi Dia memberi perintah untuk kita lakukan. Dia
adalah Tuhan sebagaimana Dia ada, bukan Tuhan yang kita ciptakan dan bentuk
serta kita sesuaikan dengan kenyamanan kita. Sekali lagi, apapun perintahNya
satu keputusannya -> LAKUKAN
-
Pertanyaan sesungguhnya ketika kita
meragukan atau menunda melakukan perintah Allah karena adanya pertimbangan
kedepannya atas hidup kita ialah APAKAH KITA BENAR-BENAR PERCAYA AKAN
PEMELIHARAANNYA, ATAU SEBALIKNYA?
-
Memiliki kekayaan bukanlah suatu
kejahatan, tapi menjadi kejahatan apabila kita tidak menyalurkan kekayaan untuk
mereka yang membutuhkan dan untuk kemuliaan Tuhan
-
Hal konkritnya, pendapatan akan terus
naik, tapi berusahalah dan jagalah standar hidup kita tetap sama, agar kita
jauh lebih banyak memberi daripada menggunakan, selalulah sama dititik kata
CUKUP
-
Ketika hidup mengikut Kristus, memberi
bukan lagi karena keadaan mendesak dan kebutuhan orang lain yang tak tercukupi,
tapi memberi hingga sampai pada titik kesakitan, karena memberi dilakukan
sebagai tuntutan dan keinginan Kristus pada kita
-
Memberi dalam Kristus memang terjadi
dengan ekstrem, karena dilakukan dengan tidak lagi memikirkan keuntungan yang
didapat atau keindahan hidup dalam kelimpahan, atau juga hanya sekedar melihat
kemiskinan dapat ditolong sedikit, tidak! Satu inti dari segala pemberian dan
tindakan ekstrem ini, injil diberitakan ke seluruh lapisan dan Tuhan semakin
ditinggikan
-
Hati pengikut Kristus berada disorga dan
harta mereka dicurahkan untuk kepentingan sorga, semua dilakukan dan diberikan
hanya untuk satu upah kekal, satu Pribadi yang membawa hidup dan sukacita
sebenarnya, yang memuaskan lebih dari apapun juga -> YESUS KRISTUS
-
Pilihan tetap ada, setelah mengetahui
titik buta dalam diri kita, tetapkah kita mempertahankannya serta
mengembangbiakkannya, dan berjalan memandang sepele hidup meninggalkan Yesus.
Pilihan ditentukan bersamaan mengalirnya waktu
BAB
7 (Amazing God)
1.
Allah dengan inisiatifNya menyatakan
diriNya kepada seluruh umat manusia.
2.
Semua manusia memiliki pengetahuan sendiri
tentang Allah, namun bukan manusialah yang mau dan pergi mencari Allah, tidak
satupun, tapi Allah sendiri yang menghampiri pertama
3.
Semua orang adalah bersalah dan berdosa,
tidak satupun dari manusia yang bertujuan ke sorga, melainkan ke neraka
4.
Mengetahui Allah -> bersalah berdosa
-> menolak Allah -> menerima hukuman
5.
Allah melalui Yesus Kristus -> jembatan
keselamatan -> iman kepadaNya menghapuskan hukuman kebinasaan manusia
6.
Tidak ada jalan lain, selain iman kepada Kristus
yang membawa pada keselamatan dan kehidupan kekal
7.
Allah memakai gereja, umatNya sebagai
sarana injil diberitakan ke segala bangsa. Manusia -> agen Allah
8.
Seringkali manusia menanyakan, “apa
kehendak Allah untuk saya lakukan?” padahal sudah nyata kehendak Allah ialah pergi, beritakan injil. Seharusnya
pertanyaan kita bukan lagi itu, tapi “apakah saya akan taat melakukan kehendak
Allah?”
BAB 8 (Jesus at the
center of it all)
-
Sekalipun berada dalam bahaya adalah hal
yang harus dihadapi karna mengikut Yesus dan memberitakan injilNya, apakah kita
siap? Apakah kita mau? Tak ada keuntungan, melainkan kematian yang mungkin
didapatkan kita?
-
Semakin kita serupa dengan Kristus,
semakin pula kita akan mengalami hal-hal yang dialamiNya selama di dunia, yaitu
penderitaan
-
Kita -> kapal induk, punya tugas besar,
bergerak dengan kecepatan ekstra, tidak bermanja-manja, tidak santai, ada misi
yang harus diselesaikan, taruhannya nyawa, kita prajurit Allah
-
Jaminan tersebut pemenuhan kebutuhan kita
adalah Allah, bukan kenyamanan dari dunia
-
Upah mengikut Kristus adalah Allah
sendiri. Allah yang mampu bri kepuasaan, keamanan yang hanya dapat diberikan
olehNya, jaminan kekal dalam kasihNya, Allah adalah lebih dari cukup bagi kita
-
Mengikut Kristus bukan sebuah PENGORBANAN,
tapi KEBIJAKSANAAN
BAB 9 (Concrete Actions)
Belajar radikal dengan,
list to do:
-
Berdoa bagi seluruh dunia, tuaian banyak,
pekerja sedikit
-
Baca keseluruhan Firman Tuhan
-
Mengorbankan uang kita untuk satu tujuan
khusus, Allah dimuliakan, jiwa diselamatkan
-
Berada dalam suatu keadaan konteks
tertentu di luar kebiasaan kita, putar balik 180⁰, buah perubahan
-
Berada dalam komunitas bermultiplikasi,
komunitas rohani yang membangun dan memiliki kesatuan visi


Komentar
Posting Komentar